Puisi Ketika Rindu Hanya Sepihak Asa - Indigologisme -->

Tuesday, 23 January 2018

Puisi Ketika Rindu Hanya Sepihak Asa


Aku hanya kumbang kecil yang ingin terbang bebas seperti elang, yang bisa menyorot bumi dari langitan, yang bisa memberi suara dari ketinggian, yang bisa berbagi pengalaman dari kejauhan.

Aku menulis hanya untuk memberi wawasan meski hanya sedepa tapi insan itu pelupa dan akan  ingat dengan membaca, meski hanya harapan kecil dan pengalaman sebatas safak merah yang tampak kadang-kadang dan hanya sekejap.

Aku ingin memberi tau kalau aku ada untuk semua, aku ingin dibaca meski sebatas cuek dimata. tapi dunia ini berlayar begitu cepat, usia memakan ku dengan lahap. tak tau kapan kita akan berjumpa untuk berbagi cerita, lewat tulisan ini aku bisa membagikan sakitnya dibakar api dan puasnya menilik langit. Yang kupunya hanya tulisan seumur jagung yang aku bawa dan berharap tumbuh menjadi pohon beringin yang rindang dan berbuah  seperti padi, selalu merunduk. kadang menjadi rembulan dikala malam meski jadi raja awan setidaknya aku punya harapan yang ingin ku ceritakan karena Tuhan telah menakdirkan jauh sebelum aku mengenal diriku sendiri.

Aku tak pandai bersajak untuk memulai hanya tulisan usang yang terlintas dipikiran, tak perlu di hujat dalam-dalam. aku butuh pembelajaran, jika memang teman-teman punya masukan aku siap untuk belajaar. aku suka untuk saling berkenalan karena 1000 teman belum cukup untuk berbagi menambah pengalaman dan aku tak berharap  musuh yang datang, karena 1 musuh sangat memberatkan. jika memang kamu datang sebagai musuh, mau kah kamu menjadi teman???
Manfaat yang aku harapkan untuk kamu dapaatkan dari tulisan basi ini.

Maknai kehidupan ini dengan sebuah petikan kecil dari dalam dirimu sehingga melembutkan kalbu dan menjadikannya lelah dari dahaga.
Disetiap tanda yang mempunyai tanya tersirat jelasa jawaban akan nya, karna solusi itu telah ada sebelum masalah yang melanda.
Karna setiap kendali meminjamkan sari pada hati yang berbudi.
Siap bertempur melawan diri sendiri dan mencari solusi di setiap uji.
Begitulah ketegasan yang tak berunggas.
Begitulah tekad yang tak berulat.
Begitulah misi yang tak basi.
Jadikan dirimu perisai hatimu dari telaga dahaga yang melanda
Jadikan dirimu tebing yang melintang jurang
Jadikan dirimu sebagai sorotan yang tak perlu otot.


Comments


EmoticonEmoticon