Aku ingin menulis sajak-sajak
aku tak tau haru menggaris
huruf apa
huruf A serasa berat untuk ku
ukir
hanya Huruf I yang mudah untuk
ku tarik.
sekejap pena ku patah
meleleh keringatku, patah
semangatku.
aduh, gugur gila ku. bangkit
masalahku
aku beli pena baru, hilang
tinta ku.
nyaris tak berwarna kertasku,
hanya tetesan keringat lukisanku
aduh, hilang warasku, patah
semangat ku.
kemana aku cari luka baru,
kosong kertas ku.
kira-kira luka apa yang cocok
untuk ku
ku cari catatan kelam, tak satupun
ku temukan.
apakah hilang harapan ku??
aduh, kemana langkah ku. ku
tarik kertasku.
kulipat, kujadikan pesawat.
dapat inspirasi ku, penuh tinta
ku.
kemana ku cari kertas?
hampir hilang harapanku.
ku gait kisahku, ku simpan luka
lama.
aduh, semoga ketemu kertas
baru.
ku pindahkan sebuah lagu
kedalam nurani ku
ku coba membisikkan dalam
hatiku.
bathinku mencari harapan baru,
ah sudahlah aku tak tau sajak apa yang akan kau temukan.
mungkin hanya sebuah
pengharapan saja, atau sebuah kisah lampau.
aduh, tak aku lanjutkan
sajakku. sudah sampai disini saja.
biarkan aku mengendalikan
penaku, meski tak ku gores sedikitpun kertasku.
sudahlah, biar hatiku saja yang bergores
