Nostalgia Harapn Yang Pupus dalam Harap - Indigologisme -->

Tuesday, 23 January 2018

Nostalgia Harapn Yang Pupus dalam Harap


Seperti rindu yang kuharap bertemu, dengan hujanan air mata ku memelas sendiri di sudut ruangan kecil nan dekil, susah nian hidup ini jika hanya menyemai kata-kata. Keadaan memalsu seperti burung yang terbang tanpa sayap, rapuh kata mereka.
Aku sendiri menyaksikan awan gelap melangit angkasa seolah dunia akan binasa, di ujung rindu aku bertemu denganmu seakan titik akhir, Aku seperti kaku dengan tindihan batu tepat dibahuku, ngilu dan pilu.

Ku pusatkan harapan pada pertemuan, elok dirimu jelita dimataku. Tak berobah penampilanmu seperti semula kita bertemu, menanti suram yang akan memudar setapak hampir sampai pada batas  nostalgia. Aku begitu rindu dengan kisah silam yang kamu berikan sebagai pengalaman yang tak terlupakan, sesekali aku berharap itu akan terulang, aku tak ingin cintaku seperti zainuddin dan hayati yang dipisahkan lautan hanya karena keegoisan, jika memang rindu yang kau rasa katakana saja tak perlu bermubazir kata dengan nada mengelak. karena cinta itu bukan rasa yang terus kamu sembunyikan, tapi bagaimana kamu jujur menerima keadaan.
Aku sendiri rindu dengan keputusan ku, aku bingung dengan nada hatiku naik turun tak sesuai irama bukan karena melupakan lagunya, tapi sedikit rapuh dengan maknanya yang mendalam dan menguras energi dalam merindu.

Aku rindu sosok dirimu yang mempunyai semangat untuk ku bangkit, kuingat senyuman lugu dibibirmu dengan ceria dan susah dibaca menjadi pribadimu, tapi aku benar-benar rindu, tak sanggup jariku mengikuti irama hatiku karena rumit dengan rasa rindu.

Kamu membuatku membuka mata dalam diam, seolah-olah aku punya motivasi untuk berjuang, iya aku punya kamu sebagai alasanku untuk berkarya, membuktikan kata cinta dalam setiap aktifitasku, bukan sukses materi yang ingin ku beri tapi hari yang memberi ceria meski kadang perut merana. Karena cinta tak memandang seberapa banyak materi yang kau bawa pulang, tetapi cinta itu seberapa banyak waktu yang kau punya untuk ceria bersama.

Hanya untuk mengucapkan terima kasih padamu yang ku rindukan, seperti rindunya zainuddin yang tak kesampaian, seperti harapan romeo dan Juliet yang tak ditakdirkan, namun dirimu hanya seorang siti nurbaya yang menerima apa adanya. Terima kasih meski berat yang menjadi filosofi rindu.


Comments


EmoticonEmoticon