Segitiga Sikap Serius Mendengarkan yang Tidak Banyak Orang Tau - Indigologisme -->

Friday, 4 January 2019

Segitiga Sikap Serius Mendengarkan yang Tidak Banyak Orang Tau

Segitiga SIkap Serius Mendengarkan yang Tidak Banyak Orang Tau

Kita mungkin bisa mengumpamakan sikap serius mendengarkan seperti sebuah segitiga. Ia memiliki satu fondasi dan dua sisi. yaitu :

1. Biarkan orang lain menguasai kendali pembicaraan
Ketika lebih banyak dan lebih banyak lagi mendengarkan orang lain, Anda akan mengetahui apa yang mungkin bisa ditambahkan untuknya, lalu bisa memahami lebih banyak ketimbang dirinya, dan bisa membangun hubungan lebih kuat dengannya. Alangkah indahnya kebijaksanaan yang dikatakan oleh sebagian kaum salaf ini, "Sikap diam dan mendengarkan menghimpun dua keutamaan pada diri seseorang: selamat didalam agamanya dan bisa memahami temannya.

2. Perbanyaklah pertanyaan pembuka
Pertanyaan pembuka adalah salah satu jenis pertanyaan yang mampu melelehkan besi pengahalang bagi sebuah hubungan baru dengan orang-orang baru. Biasanya, percakapan pada mulutnya tidak berjalan lancar dan bahkan masih tertutup rapat. Untuk membukanya, kita tentu membutuhkan kunci, yaitu pertamnyaan-pertanyaan pembuka. Yang kami maksud disini adalah pertanyaan yang jawabannya tidak cukup dengan "iya" dan "tidak" saja. Biasanya, pertanyaan seperti ini diawali dengan pertanyaan semisal, "apa", "Kenapa", "siapa", "di mana", dan "kapan". 
Kita mungkin bisa menyelingi pertanyaan-pertanyaan pembuka dengan pertanyaan-pertanyaan penutup agar supaya kita tidak terlihat seperti sedang menginterogasi, atau terlihat seperti orang yang suka mencampuri urusan orang lain.

3.Senyum dan beralih kesan-kesan reaktif
Senyuman bisa membuka hati yang terkunci dan memagkas jarak yang memisahkan manusia. Bahkan, senyuman dalam satu kali perjumpaan bisa menghasilkan apa yang tidak bisa dihasilkan oleh selainnya dalam sepuluh kali perjumpaan. 
  • Satu juta dollar dalam satu detik!
Dale Carnegie menuturkan, "Sejak beberapa tahun lalu, salah satu supermarket yang memiliki banyak anak cabang membagikan selebaran kepada semua karyawan dan pegawainya tanpa kecuali. Selebaran itu berisi tentang filsafat senyuman:  Ia tidak membebani sesuatu pun pada saat mendatangkan manfaat berlimpah. Ia membuat kaya orang yang menerima nya tanpa membuat miskin orang yang memberinya.
Ia terjadi dalam sekejap, tapi terkadang kenangannya utuh untuk selamanya. Tidak ada orang kaya sebanyak apa pun kekayaannya yang bisa bertahan kaya tanpanya, dan tidak ada orang miskin semiskin apapun dirinya kecuali akan menjadi kaya dengan manfaat-manfaatnya.

"Ia menciptakan kebahagiaan di dalam keluarga dan meneguhkan niat baik dalam pekerjaan, Ia adalah kata rahasia antar teman. Ia pemulih tenaga bagi orang yang lelah, harapan bagi orang yang putus asa, cahaya matahari bagi orang yang sedih, dan obat alami paling manjur bagi berbagai masalah. Bersamaan dengan ini semua, ia mustahil dibeli, dipinjam, atau dicuri. Ia adalah sesuatu yang tidak bisa mendatangkan keuntungan duniawi apa pun bagi siapapun, kecuali hanya memberi seseorang perasaan tulus".
Oleh karena itu, Syawwab direktur salah satu pabrik baja di Amerika yang mengantongi keuntungan samapai satu juta dollar per tahun mengatakan, "Senyumanku telah membuatku untung satu juta dollar"
  • Hidayah dalam senyuman
Aku mengenal seseorang yang baru saja memeluk Islam. Aku pun menanyakan alasannya berpindah agama. Lalu, ia bercerita bahwa di kelas pertama sekolah menengah, ia pernah pergi kesebuah masjid untuk mencoba melakukan shalat, dan  itu kali pertama ia masuk masjid. sesaat setelah masuk,  ia disambut oleh senyuman hangat dari seorang laki-laki yang sudah terlebih dahulu berada di dalam. Semenjak hari itu, ia pun mulai menyukai Islam dan akhirnya menjadi penganutnya.
Comments


EmoticonEmoticon